Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025

Agustus, untuk Harapan yang Tak Pernah Putus

  Welcome Agustus!!! Kenapa aku begitu semangat sekali menyambut bulan Agustus? Karena ini adalah bulan kelahiranku, dimana aku harus selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan untukku karena aku masih diberikan kesehatan dan umur panjang sampai hari ini. Sungguh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dari banyaknya kesalahan dan kekhilafan kita, tapi Allah masih tetap memberikan nikmatnya untuk kita, tapi Allah masih sayang sama hamba-hamba Nya, tapi Allah selalu memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosa kita. Agustus, untuk harapan yang tak pernah putus. Percaya nggak? Kalau kita mengulang doa-doa yang sama setiap hari setiap waktu, itu seperti seseorang yang mengayuh sepedanya untuk bisa sampai ke tempat tujuan akhirnya. Begitulah seperti doa. Jangan pernah lelah berdoa dan mengulang doa-doa yang sama. Jangan pernah malu sama Allah kalau kita punya banyak permintaan, keinginan, dan harapan. Tapi malulah kalau kita sebagai hamba Allah yang tidak berdaya ini ti...

Juli, Berseri Kembali

Di penghujung bulan Juli ini, ada banyak hal yang membuatku bahagia, hingga akhirnya bisa kembali berseri lagi seperti bunga yang sudah lama layu tidak tersiram air. Kalau ditanya, apa yang membuatku mampu bertahan di tengah badai yang menerpa hingga aku terlihat tetap kuat sampai hari ini? Ada banyak, bahkan sangat banyak, hingga aku hanya mampu mengucap syukur tiada henti tanpa jeda. Memiliki keluarga yang sangat support kita, apapun kondisi kita, itu sudah lebih dari cukup. Melihat mereka semua tampak sehat dan bahagia, itu sudah sangat cukup. Masih dikasih kesempatan oleh Allah untuk bangun kembali dari tidur malam dan bisa menghirup udara segar di pagi hari itu juga nikmat yang selalu disyukuri. Diberikan rezeki tak terduga dari arah mana saja itu juga karunia Allah yang tak perlu diragukan lagi, karena Allah sudah menjamin rezeki setiap hamba-Nya (yang mau berusaha dan selalu bersyukur atas apa yang dimilikinya saat ini). Hingga membuatku mikir berulang kali, lalu hal apalagi ya...

Percaya Karma?

Kalo ada yang tanya, lo percaya karma ngga sih? Jawabanku, masih sama dan konsisten, lebih percaya kalau hukum tabur tuai itu ada, dan nyata. Perbuatan apapun (baik maupun buruk) yang kita tanam, itu jugalah yang akan kita dapatkan kelak. Jadi, buatku pribadi, kalau sampai ada orang yang menyakiti dan mendzalimiku, aku lebih memilih diam (diam bukan berarti kalah), tetapi lebih kepada menyerahkan segala urusan hidupku hanya kepada Allah semata, biarkan Allah yang bekerja, karena tugas kita hanyalah memperbanyak amal baik untuk bekal kematian kita kemudian. Karena kita ini siapa sih? Hanya manusia biasa, tempatnya salah, dosa, dan khilaf, serta jauh dari kesempurnaan. Dan, hidup hanya sekali, lalu untuk apa kita mengurusi hidup orang lain, yang tidak akan pernah bisa mengubah hidup kita bukan? Lebih baik nikmati hidup kita sendiri yang masih Allah berikan sampai hari ini, karena hari ini kita masih bisa bernafas, belum tentu besok kita juga masih bisa bernafas. Sebaik-baiknya manusia ad...

Diri Kembali Fitri

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari di tahun ini, mari kita rayakan kemenangan. Moment puncak yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di dunia untuk saling bermaaf-maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja. Hari Raya Idul Fitri, hari dimana kita kembali fitri (bersih dari salah dan dosa seperti bayi yang baru lahir ke dunia). Sama pun dengan diri saya, yang juga menjadi fitri (bersih dari pasangan yang toxic , alias menjadi sendiri lagi tanpa pasangan hahaha), dan sudah hampir dua tahun ini saya menyandang status baru itu. Tidak pernah bosan saya ceritakan status baru saya ini (meski hanya melalui sebuah blog pribadi, yang mungkin juga tidak banyak dilihat dan dibaca orang-orang). Tidak mengapa, karena hal ini saya lakukan sebagai pengingat diri sendiri, bahwa saya sudah mampu berjalan dan melangkah sampai sejauh ini, tanpa saya sadari. LUAR BIASA!!! Perlu diingat juga, ternyata bukan saya yang mampu, teta...

Ramadhan Penuh Keberkahan

Bulan Ramadhan tahun ini memasuki tahun ketiga saya menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan status baru sebagai ibu tunggal. Tidak banyak yang berubah dari tahun-tahun sebelumnya, karena memang sejak awal menikah saya sudah terlatih untuk hidup mandiri semandiri-mandirinya tanpa bergantung pada pasangan sekalipun, sebuah tuntutan yang terpaksa saya jalani selama bertahun-tahun saya menjalani kehidupan berumah tangga dulu, yang ternyata hikmahnya baru bisa saya rasakan tiga tahun terakhir ini. Terima kasih saya ucapkan kepada mantan suami saya yang sudah banyak sekali memberikan pelajaran dan pengalaman sangat berharga di kehidupan saya. Saya telah dididik untuk menjadi seorang wanita yang bisa bekerja keras untuk menghidupi kehidupan saya sendiri. Saya juga telah dididik untuk menjadi seorang ibu yang tetap bertanggung jawab kepada anak saya, terlepas dari apapun masalah yang saya hadapi, saya selalu ingat akan tugas saya sebagai seorang ibu, Insya Allah hal ini tidak akan pernah saya l...

Kegagalan Bukanlah Akhir Segalanya

Gagal dalam pernikahan, lantas tidak menjadikan kehidupan saya gagal sepenuhnya, nyatanya saya masih bisa berdiri tegak, berjalan, bahkan berlari sampai hari ini. Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidup dengan versinya masing-masing. Pilihannya adalah ingin terus tenggelam dalam kegagalan itu, atau memilih untuk bangun, bangkit dan berdiri lagi melanjutkan kehidupan yang ada. Alih-alih ingin mencari pendamping hidup kembali, justru saat ini saya lebih memilih menyibukkan diri dan memperbaiki diri. Fokus pada pekerjaan, fokus pada anak, dan tentunya fokus pada diri sendiri dengan melakukan hal-hal apapun yang bikin kita bahagia. Karena saya percaya, ketika kita sudah selesai dengan masa lalu kita dan kita akhirnya kembali menjadi diri sendiri dengan versi yang lebih baik lagi ke depannya, Insya Allah cepat atau lambat, ketika memang Allah sudah takdirkan kita untuk memiliki pendamping hidup kembali, masa itu akan tiba di waktu yang tepat dan terbaik nanti menurut Allah...

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

A Day To Remember #5

  Proses Healing Mungkin orang lain melihat saya seolah-olah hidup saya selalu baik-baik saja dan selalu dipenuhi kebahagiaan (Alhamdulillah saya Aamiin-kan dulu kalau benar ada yang mengira seperti ini). Tapi nyatanya tidak banyak orang yang tahu soal sisi kelam saya, selain orang-orang terdekat (keluarga dan sahabat). Semua masalah bisa saya kendalikan dan selesaikan satu per satu tentunya karena saya sudah melewati proses pemulihan yang sangat panjang. Saya tidak sendirian, saya punya Allah yang tidak akan pernah berpaling dari saya (Allah yang memberikan saya ujian, Allah jugalah yang memberikan saya nikmat setelahnya). Proses pemulihan secara spiritual yang saya lakukan adalah dengan mulai rajin mengikuti kajian-kajian beberapa ustadz, baik online maupun offline yang selalu membuat hati kembali menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menjalani skenario kehidupan yang ada. Bahkan saking sayangnya Allah pada saya, Allah undang saya untuk bertamu ke rumah-Nya (umroh) tepat d...

A Day To Remember #4

  Berdamai dengan Masa Lalu Tok! 4 Juli 2023 (satu hari yang akan selalu diingat karena harus terjadi sebuah momen terberat dan terendah dalam hidup, momen yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya)—keluarlah surat putusan dari Pengadilan Agama—tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau saya akan menginjakkan kaki kesana. Akhirnya saya resmi menyandang status baru, sebagai single mom (ibu tunggal) atau orang-orang lebih senang menyebutnya sebagai seorang janda, kalau di KTP statusnya 'CERAI HIDUP'. Pada akhirnya saya harus memiliki keberanian untuk melepaskan sesuatu yang memang ditakdirkan untuk berakhir, karena sudah banyak sekali petunjuk-petunjuk yang Allah berikan kepada saya—saya nya yang terlalu denial . Terjawab sudah ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran saya saat menjalani kehidupan pernikahan selama 6 tahun silam, karena ternyata saya menjalaninya dengan orang yang salah. Namun memang seperti itulah lika-liku kehidupan seseorang dengan ujiannya ma...

A Day To Remember #3

Keputusan Terberat Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hingga tahun demi tahun berlalu, pada akhirnya saya masih bisa bertahan menjalani toxic marriage life itu sampai akhirnya pikiran saya terbuka dan semakin paham bahwa memang benar pernikahan yang saya jalani ini tidak sehat setelah sekian lama saya selalu denial dengan apa yang telah terjadi. Jauh sebelum saya 'melek' akan toxic marriage life ini, sebenarnya saya sudah sadar bahwa memang pernikahan saya ini sudah tidak beres bahkan dari sejak awal menikah sebelum akhirnya saya dinyatakan hamil. Kadang terbesit di pikiran ingin mengakhiri pernikahan saja (untungnya tidak sampai terpikir untuk mengakhiri hidup—amit-amit), tetapi niat itu kadang saya urungkan bahwa “masa iya baru mulai 'perang', saya sudah ingin menyerah saja”. Saya ini bukan lagi seorang remaja yang sedang menjalani pendekatan dimana saat terjadi ketidakberesan dalam hubungan, bisa langsung mengeleminasi pasangan begitu saja...

A Day To Remember #2

Toxic Marriage Life Siapa sangka ternyata kehidupan pernikahan yang saya jalani adalah kehidupan pernikahan yang beracun ( toxic marriage life ). Awalnya saya sama sekali tidak paham dan tidak mengerti kenapa sampai bisa muncul istilah itu. Memang apa tanda-tandanya sampai bisa dibilang seperti itu? Sampai akhirnya saya beranikan diri untuk bercerita ke orang profesional—psikolog (ini masih kakak sepupu sendiri kebetulan). Saya ceritakan bahwa selama menjalani pernikahan, kerap kali saya mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan (KDRT—Kekerasan Dalam Rumah Tangga—dan ini sangat banyak sekali bentuknya). Kekerasan yang saya alami ini sering disebut verbal abbusive (kekerasan verbal)—kekerasan bukan hanya fisik saja (yang lukanya langsung bisa terlihat jelas di anggota tubuh dan ada obatnya). Namun kekerasan verbal ini justru yang lebih perih dan parah, tidak melukai fisik, tetapi langsung melukai batin, mental dan psikis (dan ini tidak ada obatnya, karena bisa menyebabkan trauma ...

A Day To Remember #1

Pernikahan = Kebahagiaan ? Menikah di usia 25 tahun memang cukup sering dijadikan sebagai salah satu patokan kehidupan yang ideal bagi sebagian orang, dan saya sendiri termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang memilih menikah di usia 25 tahun saat itu. Tidak ada batasan yang pasti kapan usia ideal bagi seorang wanita untuk menikah, semua kembali lagi pada kesiapan masing-masing individu. Pernikahan yang digadang-gadang akan menjadi sumber kebahagiaan dalam sebuah kehidupan rumah tangga, nyatanya tidak berlaku di kehidupan saya sendiri. Pernikahan yang saya jalani justru awal dari kesedihan dan kehancuran bagi saya. Pernikahan menjadi sumber kebahagiaan jika kita menikah dengan pasangan yang tepat—tepat disini adalah ketika keduanya bisa saling menerima, menghargai, menghormati, dan memperlakukan pasangan masing-masing dengan sangat baik terlepas dari segala kekurangan, kelemahan, dan keburukan yang dimiliki keduanya. Di kehidupan pernikahan saya, (mungkin) pasangan saya ...