Di penghujung bulan Juli ini, ada banyak hal yang membuatku bahagia, hingga akhirnya bisa kembali berseri lagi seperti bunga yang sudah lama layu tidak tersiram air. Kalau ditanya, apa yang membuatku mampu bertahan di tengah badai yang menerpa hingga aku terlihat tetap kuat sampai hari ini? Ada banyak, bahkan sangat banyak, hingga aku hanya mampu mengucap syukur tiada henti tanpa jeda.
Memiliki keluarga yang sangat support kita, apapun kondisi kita, itu sudah lebih dari cukup. Melihat mereka semua tampak sehat dan bahagia, itu sudah sangat cukup. Masih dikasih kesempatan oleh Allah untuk bangun kembali dari tidur malam dan bisa menghirup udara segar di pagi hari itu juga nikmat yang selalu disyukuri. Diberikan rezeki tak terduga dari arah mana saja itu juga karunia Allah yang tak perlu diragukan lagi, karena Allah sudah menjamin rezeki setiap hamba-Nya (yang mau berusaha dan selalu bersyukur atas apa yang dimilikinya saat ini).
Hingga membuatku mikir berulang kali, lalu hal apalagi yang aku ragukan, jika semua kehidupanku sudah Allah jamin? Malu sekali rasanya jika hidup yang hanya sementara ini selalu dipenuhi dengan rasa keluhan, selalu bertanya mengapa harus aku, kenapa bukan yang lain? Padahal kita semua ini sama-sama sedang berjuang dengan ujian kehidupan masing-masing, karena tidak ada satupun manusia yang hidupnya baik-baik saja. Tidak perlu iri dengan kehidupan orang lain, karena kita tidak pernah tahu nikmat apa yang telah Allah ambil darinya.
Kita hanya diminta untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan untuk kita, selalu bersabar atas ujian apapun yang ada di kehidupan kita, selalu berdoa untuk bisa menjadi hamba Allah yang selalu kuat, tidak terbuai dan merasa tinggi saat dipuji, dan tidak tumbang saat badai menghadang, karena sejatinya dunia bukanlah tempat tinggal, melainkan tempat meninggal, dan kita hidup di dunia ini hanyalah menunggu waktu shalat dan dishalatkan.
Bulan Juli di tahun 2025 ini, menjadi sejarah terakhir perjalanan hidupku selama 33 tahun ini, sebelum di pergantian bulan berikutnya akan ada banyak sejarah baru di usiaku yang baru juga. Doa-doa dan harapan-harapan baru yang selalu kulangitkan, semoga Kau dengar dan Kau turunkan ke bumi untukku, ku harap begitu. Terima kasih kuucapkan untuk semua cerita dan kenangan indah yang turut mewarnai kehidupanku. Terima kasih juga kuucapkan untuk semua pengalaman masa laluku yang juga sudah turut membawaku sejauh ini untuk menjadi wanita yang mandiri, kuat, dan tangguh.
Comments
Post a Comment