Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Level Up

Aku tidak pernah menyangka sebelumnya akan berjalan sampai sejauh ini (seorang diri, sekali lagi aku tekankan, seorang diri)  untuk membersamai anak semata wayangku. Mendampingi setiap hari-harinya, menjadi guru terbaik di rumah, menjadi support system no 1 di hidupnya dalam segala hal. Bagaimana mungkin ternyata aku bisa menjalani semua itu sampai hari ini, kalau bukan Allah yang Maha Segalanya, mana mungkin aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Hari ini, Kamis 25 Juni 2026 menjadi saksi nyata setahun ke belakang bahwa perjuangan, usaha & kerja kerasku dan anakku membuahkan hasil. Sebelum dijalani, bagiku setahun rasanya lama sekali, membayangkan angka dari 12 bulan, 49 minggu, 365 hari itu sangat panjang sekali, namun setelah dijalani, setahun ternyata berjalan sangat cepat sekali. (Mari kita flashback sejenak) Setahun yang lalu, aku disibukkan memilih sekolah terbaik untuk anakku. Dulu aku bingung mau menyekolahkan anak kemana (karena sempat tinggal di Depok & sangat mi...

Tentang Panggilan Hati

Selepas 3 tahun lalu setelah aku pergi umroh, yang sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiran kalau Allah akan secepat itu mengundangku untuk datang ke rumah-Nya. Namun setelahnya, aku jadi semakin sering bertanya-tanya pada diri sendiri bagaimana caranya supaya aku bisa kembali lagi kesana dalam waktu dekat? Aku percaya, bahwa umroh ataupun berhaji adalah tentang panggilan hati, bukan soal mampu atau tidak mampu, karena Allah akan memampukan siapapun yang hatinya sudah terpanggil. Dan itu terjadi pada diriku sendiri, tiba-tiba Allah mampukan, Allah mudahkan, Allah lancarkan semua prosesnya dari awal hingga akhir. Rezekiku ternyata melalui ibu. Kalau saja ibu waktu itu tidak mengajakku untuk menemaninya untuk umroh, mungkin sampai hari ini aku belum pernah kesana, bahkan terpikir di pikiran untuk kesanapun masih sangat jauh sekali dari bayangan. Karena jika dihitung secara kalkulator manusia biasa sepertiku, angka yang dibutuhkan untuk kesana masih sangat jauh dari harapan. Namun ber...

Bahagia Kita yang Cari

Tau-tau udah bulan April. Tau-tau umur akan bertambah lagi. Tau-tau ada yang hilang. Tau-tau ada yang pergi. Tau-tau ada yang datang. Semua serba tau-tau, karena kita memang tidak pernah tau apa yang akan terjadi di hidup kita hari ini, esok, lusa, dan seterusnya. Aku, tidak pernah menyangka sebelumnya jika jalan hidupku akan seperti ini. Siapa juga yang akan menyangka? Aku hanya berusaha, terus berusaha, dan selalu berusaha untuk menjadi diriku sendiri dengan versi yang semakin lebih baik lagi. Berusaha mengikuti alur cerita yang sudah Tuhan tuliskan. Berusaha menikmati setiap cerita demi cerita yang datang ke hidupku. Berusaha menerima dengan hati bahwa apa yang terjadi ini adalah yang terbaik menurut Tuhan. Semua kulakukan dan kuputuskan dengan penuh keberanian, siap menerima risiko yang terjadi, dan tentu juga siap menerima hadiah terindah yang sudah Tuhan siapkan untukku nantinya. Hadiah terindah? Tentu tidak didapatkan dengan cuma-cuma dan spontanitas. Hadiah terindah didapatkan ...

Skala Prioritas

Berbicara tentang skala prioritas, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Bagiku, prioritas adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup. Lebih kepada hati yang bergerak, bukan lagi soal ego yang berkehendak. Semenjak takdir merubah statusku menjadi seorang ibu tunggal selama hampir 3 tahun ini, aku dituntut untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu yang lebih kuat dan tangguh, terutama dalam menentukan sebuah pilihan dalam hidup, aku harus bisa membedakan mana yang menjadi prioritasku saat ini, dan mana hal yang perlu kukesampingkan, bukan lantas hal itu menjadi tidak penting buatku, tetapi karena ada hal lain yang sudah menjadi prioritasku. ANAK! Ya, kekuatan yang selama ini aku dapatkan berasal dari anak, seorang malaikat kecil yang Allah titipkan untukku 8 tahun lalu untuk menemani hidupku benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan untukku. Separuh jiwaku ada dia. Separuh hatiku ada dia. Separuh nafasku ada dia. Separuh hidupku juga ada dia. Anak ...