Skip to main content

Bahagia Kita yang Cari

Tau-tau udah bulan April. Tau-tau umur akan bertambah lagi. Tau-tau ada yang hilang. Tau-tau ada yang pergi. Tau-tau ada yang datang. Semua serba tau-tau, karena kita memang tidak pernah tau apa yang akan terjadi di hidup kita hari ini, esok, lusa, dan seterusnya.

Aku, tidak pernah menyangka sebelumnya jika jalan hidupku akan seperti ini. Siapa juga yang akan menyangka? Aku hanya berusaha, terus berusaha, dan selalu berusaha untuk menjadi diriku sendiri dengan versi yang semakin lebih baik lagi. Berusaha mengikuti alur cerita yang sudah Tuhan tuliskan. Berusaha menikmati setiap cerita demi cerita yang datang ke hidupku. Berusaha menerima dengan hati bahwa apa yang terjadi ini adalah yang terbaik menurut Tuhan.

Semua kulakukan dan kuputuskan dengan penuh keberanian, siap menerima risiko yang terjadi, dan tentu juga siap menerima hadiah terindah yang sudah Tuhan siapkan untukku nantinya. Hadiah terindah? Tentu tidak didapatkan dengan cuma-cuma dan spontanitas. Hadiah terindah didapatkan dengan penuh perjuangan, pengorbanan, jatuh bangun, banyaknya air mata yang menetes, banyaknya keluh kesah masalah yang tiada akhir. Semua hanya untuk apa? Hanya untuk menjadikan kita manusia yang lebih sabar dan kuat lagi dalam menjalani kehidupan yang penuh teka-teki ini hingga akhirnya memang pantas untuk mendapatkan hadiah terindah itu.

Percaya kan kalau semua memang sudah ditakdirkan untuk kita, tentu akan menemukan jalannya sendiri, tentu Tuhan akan mudahkan semuanya. Bersikeras kita bilang iya, kalau Tuhan bilang tidak, ya tidak. Namun sebaliknya, di tengah-tengah setiap keraguan yang tiba-tiba muncul, jika Tuhan bilang iya, ya semua akan terjadi, Kun Fayakun!

Comments

Popular posts from this blog

Agustus, untuk Harapan yang Tak Pernah Putus

  Welcome Agustus!!! Kenapa aku begitu semangat sekali menyambut bulan Agustus? Karena ini adalah bulan kelahiranku, dimana aku harus selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan untukku karena aku masih diberikan kesehatan dan umur panjang sampai hari ini. Sungguh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dari banyaknya kesalahan dan kekhilafan kita, tapi Allah masih tetap memberikan nikmatnya untuk kita, tapi Allah masih sayang sama hamba-hamba Nya, tapi Allah selalu memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosa kita. Agustus, untuk harapan yang tak pernah putus. Percaya nggak? Kalau kita mengulang doa-doa yang sama setiap hari setiap waktu, itu seperti seseorang yang mengayuh sepedanya untuk bisa sampai ke tempat tujuan akhirnya. Begitulah seperti doa. Jangan pernah lelah berdoa dan mengulang doa-doa yang sama. Jangan pernah malu sama Allah kalau kita punya banyak permintaan, keinginan, dan harapan. Tapi malulah kalau kita sebagai hamba Allah yang tidak berdaya ini ti...

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

Skala Prioritas

Berbicara tentang skala prioritas, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Bagiku, prioritas adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup. Lebih kepada hati yang bergerak, bukan lagi soal ego yang berkehendak. Semenjak takdir merubah statusku menjadi seorang ibu tunggal selama hampir 3 tahun ini, aku dituntut untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu yang lebih kuat dan tangguh, terutama dalam menentukan sebuah pilihan dalam hidup, aku harus bisa membedakan mana yang menjadi prioritasku saat ini, dan mana hal yang perlu kukesampingkan, bukan lantas hal itu menjadi tidak penting buatku, tetapi karena ada hal lain yang sudah menjadi prioritasku. ANAK! Ya, kekuatan yang selama ini aku dapatkan berasal dari anak, seorang malaikat kecil yang Allah titipkan untukku 8 tahun lalu untuk menemani hidupku benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan untukku. Separuh jiwaku ada dia. Separuh hatiku ada dia. Separuh nafasku ada dia. Separuh hidupku juga ada dia. Anak ...