Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2025

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

A Day To Remember #5

  Proses Healing Mungkin orang lain melihat saya seolah-olah hidup saya selalu baik-baik saja dan selalu dipenuhi kebahagiaan (Alhamdulillah saya Aamiin-kan dulu kalau benar ada yang mengira seperti ini). Tapi nyatanya tidak banyak orang yang tahu soal sisi kelam saya, selain orang-orang terdekat (keluarga dan sahabat). Semua masalah bisa saya kendalikan dan selesaikan satu per satu tentunya karena saya sudah melewati proses pemulihan yang sangat panjang. Saya tidak sendirian, saya punya Allah yang tidak akan pernah berpaling dari saya (Allah yang memberikan saya ujian, Allah jugalah yang memberikan saya nikmat setelahnya). Proses pemulihan secara spiritual yang saya lakukan adalah dengan mulai rajin mengikuti kajian-kajian beberapa ustadz, baik online maupun offline yang selalu membuat hati kembali menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menjalani skenario kehidupan yang ada. Bahkan saking sayangnya Allah pada saya, Allah undang saya untuk bertamu ke rumah-Nya (umroh) tepat d...

A Day To Remember #4

  Berdamai dengan Masa Lalu Tok! 4 Juli 2023 (satu hari yang akan selalu diingat karena harus terjadi sebuah momen terberat dan terendah dalam hidup, momen yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya)—keluarlah surat putusan dari Pengadilan Agama—tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau saya akan menginjakkan kaki kesana. Akhirnya saya resmi menyandang status baru, sebagai single mom (ibu tunggal) atau orang-orang lebih senang menyebutnya sebagai seorang janda, kalau di KTP statusnya 'CERAI HIDUP'. Pada akhirnya saya harus memiliki keberanian untuk melepaskan sesuatu yang memang ditakdirkan untuk berakhir, karena sudah banyak sekali petunjuk-petunjuk yang Allah berikan kepada saya—saya nya yang terlalu denial . Terjawab sudah ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran saya saat menjalani kehidupan pernikahan selama 6 tahun silam, karena ternyata saya menjalaninya dengan orang yang salah. Namun memang seperti itulah lika-liku kehidupan seseorang dengan ujiannya ma...

A Day To Remember #3

Keputusan Terberat Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hingga tahun demi tahun berlalu, pada akhirnya saya masih bisa bertahan menjalani toxic marriage life itu sampai akhirnya pikiran saya terbuka dan semakin paham bahwa memang benar pernikahan yang saya jalani ini tidak sehat setelah sekian lama saya selalu denial dengan apa yang telah terjadi. Jauh sebelum saya 'melek' akan toxic marriage life ini, sebenarnya saya sudah sadar bahwa memang pernikahan saya ini sudah tidak beres bahkan dari sejak awal menikah sebelum akhirnya saya dinyatakan hamil. Kadang terbesit di pikiran ingin mengakhiri pernikahan saja (untungnya tidak sampai terpikir untuk mengakhiri hidup—amit-amit), tetapi niat itu kadang saya urungkan bahwa “masa iya baru mulai 'perang', saya sudah ingin menyerah saja”. Saya ini bukan lagi seorang remaja yang sedang menjalani pendekatan dimana saat terjadi ketidakberesan dalam hubungan, bisa langsung mengeleminasi pasangan begitu saja...

A Day To Remember #2

Toxic Marriage Life Siapa sangka ternyata kehidupan pernikahan yang saya jalani adalah kehidupan pernikahan yang beracun ( toxic marriage life ). Awalnya saya sama sekali tidak paham dan tidak mengerti kenapa sampai bisa muncul istilah itu. Memang apa tanda-tandanya sampai bisa dibilang seperti itu? Sampai akhirnya saya beranikan diri untuk bercerita ke orang profesional—psikolog (ini masih kakak sepupu sendiri kebetulan). Saya ceritakan bahwa selama menjalani pernikahan, kerap kali saya mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan (KDRT—Kekerasan Dalam Rumah Tangga—dan ini sangat banyak sekali bentuknya). Kekerasan yang saya alami ini sering disebut verbal abbusive (kekerasan verbal)—kekerasan bukan hanya fisik saja (yang lukanya langsung bisa terlihat jelas di anggota tubuh dan ada obatnya). Namun kekerasan verbal ini justru yang lebih perih dan parah, tidak melukai fisik, tetapi langsung melukai batin, mental dan psikis (dan ini tidak ada obatnya, karena bisa menyebabkan trauma ...

A Day To Remember #1

Pernikahan = Kebahagiaan ? Menikah di usia 25 tahun memang cukup sering dijadikan sebagai salah satu patokan kehidupan yang ideal bagi sebagian orang, dan saya sendiri termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang memilih menikah di usia 25 tahun saat itu. Tidak ada batasan yang pasti kapan usia ideal bagi seorang wanita untuk menikah, semua kembali lagi pada kesiapan masing-masing individu. Pernikahan yang digadang-gadang akan menjadi sumber kebahagiaan dalam sebuah kehidupan rumah tangga, nyatanya tidak berlaku di kehidupan saya sendiri. Pernikahan yang saya jalani justru awal dari kesedihan dan kehancuran bagi saya. Pernikahan menjadi sumber kebahagiaan jika kita menikah dengan pasangan yang tepat—tepat disini adalah ketika keduanya bisa saling menerima, menghargai, menghormati, dan memperlakukan pasangan masing-masing dengan sangat baik terlepas dari segala kekurangan, kelemahan, dan keburukan yang dimiliki keduanya. Di kehidupan pernikahan saya, (mungkin) pasangan saya ...