Proses Healing
Mungkin
orang lain melihat saya seolah-olah hidup saya selalu baik-baik saja dan selalu
dipenuhi kebahagiaan (Alhamdulillah saya Aamiin-kan dulu kalau benar ada yang
mengira seperti ini). Tapi nyatanya tidak banyak orang yang tahu soal sisi
kelam saya, selain orang-orang terdekat (keluarga dan sahabat).
Semua
masalah bisa saya kendalikan dan selesaikan satu per satu tentunya karena saya
sudah melewati proses pemulihan yang sangat panjang. Saya tidak sendirian, saya
punya Allah yang tidak akan pernah berpaling dari saya (Allah yang memberikan
saya ujian, Allah jugalah yang memberikan saya nikmat setelahnya). Proses
pemulihan secara spiritual yang saya lakukan adalah dengan mulai rajin
mengikuti kajian-kajian beberapa ustadz, baik online maupun offline yang
selalu membuat hati kembali menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menjalani skenario
kehidupan yang ada.
Bahkan
saking sayangnya Allah pada saya, Allah undang saya untuk bertamu ke rumah-Nya
(umroh) tepat di tahun yang sama saat saya sedang jatuh-jatuhnya dan
hancur-hancurnya. Sungguh indah rencana-Nya yang tidak pernah saya bayangkan
sebelumnya. Siapa sangka, saya manusia yang penuh dengan dosa ini diberikan
kesempatan untuk menginjakkan kaki ke tempat suci. Saya pun langsung teringat
sebuah quotes yang pernah saya baca "hadiah kadang tak selalu
dibungkus dengan indah, kadang Allah membungkusnya dengan berbagai masalah
tetapi di dalamnya terdapat banyak berkah dan hikmah—dan itu adalah hadiah
terindah yang saya dapatkan setelah banyaknya masalah dan ujian yang telah saya
lalui dan lewati, bisa dibilang juga sebagai proses healing terbaik
dalam sejarah hidup saya yang akan selalu dikenang dan tidak akan pernah
terlupakan seumur hidup.
Di
samping itu, saya juga punya orang-orang terdekat yang selalu jadi best
support system dan juga punya banyak teman-teman senasib sepenanggungan
(sesama ibu tunggal) yang ada di komunitas Single Moms Indonesia dengan
berbagai macam latar belakang (ada yang ibu tunggal karena pasangan meninggal,
bercerai, sampai single mom by choice). Komunitas SMI ini tidak sengaja
saya temui di sosial media (IG: @singlemomsindonesia) di awal tahun 2023
silam di saat awal-awal kehancuran saya. SMI merupakan sebuah rumah teduh bagi
para ibu tunggal dimanapun berada agar bisa terus semangat, bangkit, dan
berdaya. Sebuah komunitas yang selalu memberikan energi positif di dalamnya,
bebas bercerita dan mengeluarkan keluh kesah tanpa perlu takut ada yang
menghakimi. Dengan bergabung di komunitas SMI ini, tanpa disadari sedikit
banyak membantu proses healing saya dan membuka mata saya bahwa ternyata
masih ada banyak para ibu tunggal yang memiliki cerita kehidupan yang lebih
menyedihkan dari saya—dan saya masih belum seberapa bahkan bisa dibilang tidak
ada apa-apanya. Ya, ternyata saya tidak sendirian!
Comments
Post a Comment