Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari di tahun ini, mari kita rayakan kemenangan. Moment puncak yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di dunia untuk saling bermaaf-maafan atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja. Hari Raya Idul Fitri, hari dimana kita kembali fitri (bersih dari salah dan dosa seperti bayi yang baru lahir ke dunia). Sama pun dengan diri saya, yang juga menjadi fitri (bersih dari pasangan yang toxic, alias menjadi sendiri lagi tanpa pasangan hahaha), dan sudah hampir dua tahun ini saya menyandang status baru itu.
Tidak pernah bosan saya ceritakan status baru saya ini (meski hanya melalui sebuah blog pribadi, yang mungkin juga tidak banyak dilihat dan dibaca orang-orang). Tidak mengapa, karena hal ini saya lakukan sebagai pengingat diri sendiri, bahwa saya sudah mampu berjalan dan melangkah sampai sejauh ini, tanpa saya sadari. LUAR BIASA!!!
Perlu diingat juga, ternyata bukan saya yang mampu, tetapi Allah lah yang memampukan saya. Saya hanya memiliki dua kaki, selagi saya masih bisa berjalan normal meski sambil tertatih-tatih, akan saya lakukan sekuat tenaga saya. Kalau Allah katakan kita mampu melewati badai terjang yang ada di depan mata kita, lalu kenapa kita harus ragu pada diri sendiri? Karena rumus kehidupan manusia biasa berbeda dengan rumus kehidupan yang Allah punya.
Dunia memang tempatnya rasa capai dan lelah, tetapi hidup juga pilihan kan? Ingin menjadi manusia yang selalu mengeluh dengan berbagai ujian yang Allah berikan untuk kita, atau selalu bersyukur dengan takdir apapun yang ada, dan berusaha menjalani semuanya dengan penuh rasa percaya dan yakin bahwa kita mampu melewati dan melaluinya? Semua pilihan ada di tangan kita.
Saya menyebut diri sendiri adalah 'artis', dimana Allah lah sang pemilik skenario untuk para 'artis' nya, tugas seorang artis adalah menjalani peran yang diberikan sesuai dengan skenario. Setiap skenario pasti ada cerita sedih, marah, kesal, kecewa, diakhiri dengan cerita yang bahagia (harapan kita). Semoga di dunia nyatapun, Allah menuliskan skenario yang indah dan terbaik untuk kita.
Comments
Post a Comment