Skip to main content

nothing is impossible

gue semakin percaya dan yakin sama kata-kata itu. awalnya, bahkan dulu gue sempet berpikir "ah ngga mungkin gue gini gini gini, ngga mungkin gue gitu gitu gitu" tapi bener kata orang bahwa ngga ada sesuatu yang ngga mungkin di dunia ini, semua udah di atur sama sang Pencipta, Allah swt, semua udah rencana dan kehendak-Nya, termasuk KEMATIAN.
kenapa tiba-tiba gue ngebahas kematian?
gini ceritanya .....

Kamis, 2 September 2010 adalah hari ketiga mabim Vokasi MID UI 2010. dimana gue sebagai panitianya, divisi HPD, sebagai Humas.
gue seneng bisa terlibat dalam kepanitiaan acara mabim itu. bahkan dari hari pertama dan kedua mabim pun gue merasa amat sangat terhibur.

di hari ketiga mabim pun gue tetap terhibur. tapi di sela-sela acara mabim itu, tiba-tiba gue dapet sms dari Medea Dwintari, komlat terompet MBUI, kira-kira pukul 09.13 yang isinya memberitahukan bahwa Rofi kecelakaan motor dan lagi di rawat di UGD RS Pasar Rebo. gue cuma baca aja gitu karna gue pikir cuma kecelakaan biasa, luka-luka biasa, bego nya gue ngga bales sms itu, paling engga gue nanya kek, apa kabar si Rofi, gimana keadaannya, tapi ini engga sama sekali. sampai akhirnya gue di sms Henny Safitri, temen terompetan, yang juga pacar dari Rofi, sekitar pukul 11.15, dia bilang kalo Rofi udah ngga ada, udah di panggil sama Allah, Oh My God, seperti mimpi, ya! ini ngga mungkin dan gue ngga percaya, tapi gue terus berharap dan berharap kalo Rofi cuma mati suri aja. tapi harapan-harapan gue itu semua sirna, ternyata Allah lebih berharap lagi buat ketemu Rofi disana, Allah udah nunggu Rofi, Allah udah kangen sama Rofi.

ini satu bukti kalo gue, kita, ngga boleh percaya sama kata-kata ngga mungkin karna yang ngga mungkin itu bakal jadi kenyataan, bakal jadi suatu kemungkinan yang LUAR BIASA di luar dugaan kita.

Comments

Popular posts from this blog

Agustus, untuk Harapan yang Tak Pernah Putus

  Welcome Agustus!!! Kenapa aku begitu semangat sekali menyambut bulan Agustus? Karena ini adalah bulan kelahiranku, dimana aku harus selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan untukku karena aku masih diberikan kesehatan dan umur panjang sampai hari ini. Sungguh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dari banyaknya kesalahan dan kekhilafan kita, tapi Allah masih tetap memberikan nikmatnya untuk kita, tapi Allah masih sayang sama hamba-hamba Nya, tapi Allah selalu memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosa kita. Agustus, untuk harapan yang tak pernah putus. Percaya nggak? Kalau kita mengulang doa-doa yang sama setiap hari setiap waktu, itu seperti seseorang yang mengayuh sepedanya untuk bisa sampai ke tempat tujuan akhirnya. Begitulah seperti doa. Jangan pernah lelah berdoa dan mengulang doa-doa yang sama. Jangan pernah malu sama Allah kalau kita punya banyak permintaan, keinginan, dan harapan. Tapi malulah kalau kita sebagai hamba Allah yang tidak berdaya ini ti...

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

Skala Prioritas

Berbicara tentang skala prioritas, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Bagiku, prioritas adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup. Lebih kepada hati yang bergerak, bukan lagi soal ego yang berkehendak. Semenjak takdir merubah statusku menjadi seorang ibu tunggal selama hampir 3 tahun ini, aku dituntut untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu yang lebih kuat dan tangguh, terutama dalam menentukan sebuah pilihan dalam hidup, aku harus bisa membedakan mana yang menjadi prioritasku saat ini, dan mana hal yang perlu kukesampingkan, bukan lantas hal itu menjadi tidak penting buatku, tetapi karena ada hal lain yang sudah menjadi prioritasku. ANAK! Ya, kekuatan yang selama ini aku dapatkan berasal dari anak, seorang malaikat kecil yang Allah titipkan untukku 8 tahun lalu untuk menemani hidupku benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan untukku. Separuh jiwaku ada dia. Separuh hatiku ada dia. Separuh nafasku ada dia. Separuh hidupku juga ada dia. Anak ...