Skip to main content

2023, Tahun Refleksi Diri

Tahun 2023, menjadi tahun yang benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? Karena bisa dibilang di tahun ini menjadi tahun terburuk, terberat sekaligus terbaik buat saya. Saya akan ceritakan satu-satu, kenapa tahun ini menjadi tahun yang cukup spesial bagi saya.


Takdir
Tidak ada yang tahu jalan hidup kita dari lahir hingga tutup usia nanti akan seperti apa dan bagaimana ke depannya. Tidak ada yang tahu juga rencana apa yang sudah Allah siapkan untuk kita. Karena tugas kita hanya perlu percaya bahwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik menurut Allah, karena Allah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Sulit dipercaya sebelumnya bahwa saya bisa mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup saya yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh saya sedikitpun. Sebuah keputusan yang perlu dipikirkan 1000x dan dipertimbangkan dengan sangat matang dampak baik dan buruk ke depannya akan seperti apa.

Perlu diakui, saya memberanikan diri untuk mengambil keputusan besar ini, karena telah melewati begitu banyak aral melintang yang saya lalui. Ketika batas kesabaran saya sudah tidak ada ujungnya, dan saya sudah pasrahkan segalanya pada Sang Pemilik Kuasa. Saya memang punya kendala, tetapi balik lagi bahwa Allah lah yang punya kendali.

Ya, pertengahan tahun 2023 saya menyandang status baru sebagai seorang "Single Mother" (with 1 daughter) atas dasar keputusan saya sendiri. Hampir 7 tahun saya menjalani kehidupan rumah tangga (yang tidak seperti kehidupan rumah tangga pada umumnya). Jatuh, bangun, suka, duka, kecewa, sedih, marah, dan kesal semua saya rasakan sendiri (dengan anak semata wayang saya lah yang terus menjadi penyemangat hidup saya).

Tidak perlu saya ceritakan detail alasan apa yang mendasari saya memilih jalan ini (jalan yang dibenci Allah, tetapi diperbolehkan alias tidak diharamkan jika memang itu adalah jalan terakhir yang harus dipilih). Cukuplah biar saya saja yang tahu cerita hidup saya. Cukuplah orang-orang mengenal pribadi saya, tanpa perlu tahu kehidupan pribadi saya. Inilah yang dinamakan takdir, seperih sesakit sesedih apapun jalan hidup kita, tetap itu adalah takdir terbaik yang Allah berikan untuk kita yang sudah tercatat di Lauhul Mahfudz-Nya. 


Pelangi
Saya selalu percaya bahwa Allah tidak mungkin memberikan badai, tanpa pelangi setelahnya. Siapa yang sangka jalan hidup kita ke depannya bagaimana? Siapa yang kira masalah-masalah kehidupan kita akan seperti apa ke depannya? Tidak ada seorang pun yang bisa menebak skenario Allah yang sudah ditulisnya bahkan sejak kita belum ada di dunia ini.

Lagi lagi, selalu percaya bahwa jalan hidup kita di dunia ini semua sudah diatur oleh Allah. Kapan kita lahir sampai kita mati pun semua sudah ada catatan-Nya sendiri. Setiap ada masalah yang ada di hidup kita, percayalah bahwa itu sudah Allah ukur jika kita mampu & sanggup untuk melewatinya, karena Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umat-Nya.

Lalu, kapan pelangi yang saya sebut tadi itu datang ke kehidupan saya? Ketika Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya, saat hati saya terpanggil untuk memenuhi panggilan-Nya menjadi tamu di rumah-Nya, Baitullah. Ya, syukur Alhamdulillah tiada henti-hentinya saya ucapkan, karena di penghujung tahun 2023 lalu, kesempatan itu datang kepada saya. Setelah banyaknya masalah, cobaan, serta ujian besar dan berat yang datang ke kehidupan saya sepanjang tahun 2023, hal itu membuat hati saya terpanggil untuk memenuhi panggilan-Nya. Tanpa adanya ujian itu, tidak akan ada kesempatan ini datang kepada saya, tidak akan mungkin hati saya terpanggil.

Tentunya atas ajakan dan tawaran ibu saya yang meminta saya untuk menemaninya pergi umroh di tahun lalu. Awalnya saya pikir, saya belum dan bahkan tidak pantas untuk menginjakkan kaki ke tanah suci yang selalu diidam-idamkan banyak orang untuk bisa datang kesana. Tapi justru dengan banyaknya dosa, kesalahan dan kekhilafan saya, kesempatan terbaik itu tiba-tiba datang tanpa saya harapkan sebelumnya.

Di satu sisi, niat baik tidak boleh ditunda-tunda, memang benar. Di sisi lain, saya juga memikirkan usia ibu saya yang tidak tau sampai kapan, saya hanya berpikir jangan sampai saya menyesal kemudian karena tidak mengiyakan ajakannya dan tentunya sudah menolak niat baik yang sebetulnya itu adalah panggilan langsung dari Allah.

Terima Kasih 2023
Masya Allah. Sungguh memang benar, bahwa janji Allah itu pasti. Setelah saya diberikan ujian hidup yang begitu berat, (mungkin) Allah menilai saya sanggup melewatinya dengan baik, akhirnya Allah berikan sebuah 'reward' kepada saya, Allah berikan kesempatan dan Allah izinkan pula saya untuk bertamu ke rumah-Nya. Sungguh nikmat Allah mana lagi yang saya dustakan?

Itulah kenapa saya selalu sebut jika badai dan pelangi pasti selalu berdampingan. Ya karena Allah memberikan takdir buruk sekaligus takdir baik untuk umat-Nya, hanya saja waktunya yang tidak selalu berdampingan. Layaknya kehidupan yang diibaratkan seperti roda yang berputar. Tidak akan mungkin kita selalu berada 'di bawah' atau pun 'di atas'. Kehidupan 'di atas' atau 'di bawah' pasti akan kita rasakan dan lalui semuanya.

Terima kasih 2023, yang sudah memberikan saya banyak sekali pelajaran, pengalaman, serta harapan-harapan baru yang mungkin sebelumnya belum pernah saya dapatkan. Terima kasih pada Sang Pemilik Semesta yang sudah menuliskan skenario kehidupanku yang begitu menakjubkan seperti ini. 




Comments

Popular posts from this blog

Agustus, untuk Harapan yang Tak Pernah Putus

  Welcome Agustus!!! Kenapa aku begitu semangat sekali menyambut bulan Agustus? Karena ini adalah bulan kelahiranku, dimana aku harus selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan untukku karena aku masih diberikan kesehatan dan umur panjang sampai hari ini. Sungguh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dari banyaknya kesalahan dan kekhilafan kita, tapi Allah masih tetap memberikan nikmatnya untuk kita, tapi Allah masih sayang sama hamba-hamba Nya, tapi Allah selalu memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosa kita. Agustus, untuk harapan yang tak pernah putus. Percaya nggak? Kalau kita mengulang doa-doa yang sama setiap hari setiap waktu, itu seperti seseorang yang mengayuh sepedanya untuk bisa sampai ke tempat tujuan akhirnya. Begitulah seperti doa. Jangan pernah lelah berdoa dan mengulang doa-doa yang sama. Jangan pernah malu sama Allah kalau kita punya banyak permintaan, keinginan, dan harapan. Tapi malulah kalau kita sebagai hamba Allah yang tidak berdaya ini ti...

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

Skala Prioritas

Berbicara tentang skala prioritas, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Bagiku, prioritas adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup. Lebih kepada hati yang bergerak, bukan lagi soal ego yang berkehendak. Semenjak takdir merubah statusku menjadi seorang ibu tunggal selama hampir 3 tahun ini, aku dituntut untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu yang lebih kuat dan tangguh, terutama dalam menentukan sebuah pilihan dalam hidup, aku harus bisa membedakan mana yang menjadi prioritasku saat ini, dan mana hal yang perlu kukesampingkan, bukan lantas hal itu menjadi tidak penting buatku, tetapi karena ada hal lain yang sudah menjadi prioritasku. ANAK! Ya, kekuatan yang selama ini aku dapatkan berasal dari anak, seorang malaikat kecil yang Allah titipkan untukku 8 tahun lalu untuk menemani hidupku benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan untukku. Separuh jiwaku ada dia. Separuh hatiku ada dia. Separuh nafasku ada dia. Separuh hidupku juga ada dia. Anak ...