Skip to main content

6 pertanyaan

ngga sengaja nemu sekaligus gue baca di notes facebook salah seorang temen gue, trus gue suka banget, merasa tersentuh dan terenyuh, alhasil gue copas kesini deh. coba resapi apa inti dan maknanya!

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..


Pertama...


"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab..."orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "KEMATIAN".. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya....


Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...

"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"

Murid-muridnya ada yang menjawab... รข??negara Cina", "bulan", "matahari",
dan "bintang-bintang" ...

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah
benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap
kita


TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..


Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"


Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...

Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...

Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...


Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"


Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...

"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..

tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...


Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia
ini...???"

Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...

tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...


Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"

"(hampir) Benar....", kata Sang Guru

tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri....



Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...


senantiasa belajar dari MASA LALU...


dan tidak memperturutkan NAFSU...???


Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...


dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....


serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

Comments

Popular posts from this blog

Agustus, untuk Harapan yang Tak Pernah Putus

  Welcome Agustus!!! Kenapa aku begitu semangat sekali menyambut bulan Agustus? Karena ini adalah bulan kelahiranku, dimana aku harus selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang Allah berikan untukku karena aku masih diberikan kesehatan dan umur panjang sampai hari ini. Sungguh, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? Dari banyaknya kesalahan dan kekhilafan kita, tapi Allah masih tetap memberikan nikmatnya untuk kita, tapi Allah masih sayang sama hamba-hamba Nya, tapi Allah selalu memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosa kita. Agustus, untuk harapan yang tak pernah putus. Percaya nggak? Kalau kita mengulang doa-doa yang sama setiap hari setiap waktu, itu seperti seseorang yang mengayuh sepedanya untuk bisa sampai ke tempat tujuan akhirnya. Begitulah seperti doa. Jangan pernah lelah berdoa dan mengulang doa-doa yang sama. Jangan pernah malu sama Allah kalau kita punya banyak permintaan, keinginan, dan harapan. Tapi malulah kalau kita sebagai hamba Allah yang tidak berdaya ini ti...

A Day To Remember #6 - End

  Move On ! Kini saatnya saya untuk move on dan mulai bangkit dari keterpurukan! No man, no cry ! Hahaha. J Kerja, kerja, kerja, anak, anak, anak, sampai akhirnya tidak terasa sudah berjalan hampir mau 2 tahun ini saya menjalani peran sebagai ibu tunggal. Siapa sangka, ternyata saya bisa lho! Luar biasa bangganya saya pada diri sendiri yang sudah bisa bertahan sampai sejauh ini (yang kalau dipikir-pikir lagi, awalnya ragu akankah saya sanggup menjalaninya). Tetapi Allah menjadikan saya sangat kuat bahkan lebih kuat dari apa yang saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Setiap orang pasti memiliki masa lalu (yang kelam), termasuk diri saya sendiri. Jadi untuk apa hanya fokus memikirkan masa lalu saja, sedangkan masa depan (yang indah) sudah menanti. Masa lalu itu bukan untuk diratapi, tetapi untuk diresapi dan dijadikan pelajaran sebagai bekal untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi. Doakan saya agar bisa menjadi pribadi yang lebih tegar, kuat dan semangat lagi, yang...

Skala Prioritas

Berbicara tentang skala prioritas, setiap orang memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda. Bagiku, prioritas adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup. Lebih kepada hati yang bergerak, bukan lagi soal ego yang berkehendak. Semenjak takdir merubah statusku menjadi seorang ibu tunggal selama hampir 3 tahun ini, aku dituntut untuk menjadi seorang wanita dan juga seorang ibu yang lebih kuat dan tangguh, terutama dalam menentukan sebuah pilihan dalam hidup, aku harus bisa membedakan mana yang menjadi prioritasku saat ini, dan mana hal yang perlu kukesampingkan, bukan lantas hal itu menjadi tidak penting buatku, tetapi karena ada hal lain yang sudah menjadi prioritasku. ANAK! Ya, kekuatan yang selama ini aku dapatkan berasal dari anak, seorang malaikat kecil yang Allah titipkan untukku 8 tahun lalu untuk menemani hidupku benar-benar bisa menjadi sumber kekuatan untukku. Separuh jiwaku ada dia. Separuh hatiku ada dia. Separuh nafasku ada dia. Separuh hidupku juga ada dia. Anak ...